close

√ Manfaat Diciptakannya Semut

Manfaat diciptakannya Semut adalah salah satu hewan yang disebutkan dalam Al-Qur’an. Bahkan, serangga yang terkenal hidup berkoloni ini diabadikan dengan nama Sura (An Naml).

Surat An Naml terdiri dari 93 ayat. Allah berfirman dalam ayat 18:

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨

Artinya: “hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.”

Menurut tafsir Kementerian Agama Republik Indonesia (KEMENAG), ayat tersebut merujuk pada Nabi Sulaiman AS. Menurut Qatadah, daerah itu berada di Lembah Syam.

Dalam hal ini Sulaiman A.S. Tiba-tiba dia mendengar suara raja semut yang menyuruh orang-orang masuk ke kuburan mereka agar tidak diinjak-injak oleh Sulaiman AS dan pasukannya. Karena semut adalah makhluk yang sangat kecil, Sulaiman dan pasukannya tidak melihatnya.

Kementerian Agama menafsirkan ayat ini lebih menunjukkan hubungan antara semut dan kehidupan sosial di bawah kepemimpinan raja mereka. Penelitian menunjukkan bahwa semut memiliki keterampilan komunikasi yang canggih untuk menjalani kehidupan sosial yang sangat terorganisir ini.

Menurut buku Anjing Hitam yang Mengingatkan Seorang Syekh karya Ustaz Mahmud Asy-Syafrowi, semut adalah makhluk ciptaan Allah SWT. Mereka memuliakan dan menyucikan Allah (swt) seperti binatang lainnya.

Sebagaimana dijelaskan Imam Al-Ghazali dalam Ar-Risalah Al-Laduniyah dan Al-Hikmah fi Makhlukqatilah, manfaat menciptakan semut dapat menjadi pelajaran bagi manusia tentang pentingnya saling tolong-menolong dalam melakukan sesuatu. Sarjana besar abad ke-11 ini menjelaskan bahwa semut membantu semut mereka ketika mereka tidak dapat membawa apa yang ingin mereka bawa atau ketika mereka menghadapi perlawanan.

Selain itu, semut termotivasi untuk menggali rumahnya di dalam tanah. Setelah mengangkat tanah, mereka pergi makan gandum. Semut juga tidak membangun rumah mereka di bawah tanah. Karena mereka takut banjir akan menenggelamkan mereka.

Manfaat dari penciptaan semut ini juga dijelaskan dalam kitab Al-Qur’an dan Ilmu Pengetahuan oleh Ridwan Abdullah Sani. Ia juga menjelaskan bahwa semut membantu membersihkan sisa makanan dan bangkai yang ditinggalkan oleh predator.

Baca Juga:

Penciptaan semut dan hewan lainnya memiliki seni tersendiri. Semua makhluk mati dan kembali kepada-Nya. Allah SWT berfirman dalam surat Al-An’am ayat 38.

وَمَا مِنْ دَاۤبَّةٍ فِى الْاَرْضِ وَلَا طٰۤىِٕرٍ يَّطِيْرُ بِجَنَاحَيْهِ اِلَّآ اُمَمٌ اَمْثَالُكُمْ ۗمَا فَرَّطْنَا فِى الْكِتٰبِ مِنْ شَيْءٍ ثُمَّ اِلٰى رَبِّهِمْ يُحْشَرُوْنَ ٣٨

Artinya: “Tidak ada seekor hewan pun (yang berada) di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat (juga) seperti kamu. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam kitab, kemudian kepada Tuhannya mereka dikumpulkan.”

Berdasarkan analisismu jelaskan beberapa manfaat diciptakannya semut

Ada gula, ada semut.

Semut merupakan salah satu jenis serangga yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Mereka hidup dalam koloni dan sering terlihat dalam garis lurus yang panjang.

Baca Juga:  Surah Al-Isra Adalah?

Kehadiran mereka tidak terlalu berbahaya bagi manusia, tetapi

“Mengapa Allah menciptakan semut?”

Pernahkah Anda berpikir demikian?

Kira-kira, apa keuntungan membuat semut berukuran sangat kecil?

Bagi yang ingin tahu, simak ulasannya di bawah ini!

1. Surah An-Naml dan Semut

Tahukah Anda bahwa semut disebutkan dalam Al-Qur’an sebelum kita melihat manfaat dari ciptaan mereka? Dari 114 Surat dalam Al-Qur’an, ada satu Surat yang diberi nama “An-Naml”. Dalam bahasa Arab, An-Naml (النّمل) berarti ‘semut’.

Surah An-Naml adalah Surah ke-27 Al-Qur’an dan terdiri dari 93 ayat. Dalam surah ini ada cerita tentang koloni semut Nabi Sulaiman dan tentaranya. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Surah An-Naml ayat 18 dan artinya

حَتّٰىٓ اِذَآ اَتَوْا عَلٰى وَادِ النَّمْلِۙ قَالَتْ نَمْلَةٌ يّٰٓاَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوْا مَسٰكِنَكُمْۚ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمٰنُ وَجُنُوْدُهٗۙ وَهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ١٨

Artinya: “hingga ketika sampai di lembah semut, ratu semut berkata, “Wahai para semut, masuklah ke dalam sarangmu agar kamu tidak diinjak oleh Sulaiman dan bala tentaranya, sedangkan mereka tidak menyadarinya.”

Memang, Anda tahu bahwa Nabi Sulaiman diberikan mukjizat oleh Tuhan untuk mengetahui bahasa hewan dan berkomunikasi dengan mereka. Nabi Sulaiman mendengar tangisan semut dan tertawa. Dijelaskan dalam ayat berikutnya:

Sebagai acuan, menurut tafsir Imam Qatadah, yang dimaksud dengan “lembah semut” dalam ayat Surah An-Naml ayat 18 di atas, mengacu pada lembah Syam.

2. Pelajaran yang kita petik dari penciptaan semut

Manfaat penciptaan oleh semut tidak disebutkan secara jelas dalam Al Qur’an. Tetapi ayat ke-191 dalam Surah Ali Imran mengatakan bahwa tidak ada satupun ciptaan Tuhan yang sia-sia.

Artinya baik langit maupun bumi dan segala isinya – termasuk semut dalam hal ini – tidak diciptakan oleh Allah SWT, tetapi memiliki tujuan. Nah, tujuan ini bisa berupa hikmah untuk dipelajari orang.

Benarkah ada pelajaran yang bisa kita petik dari hewan sekecil semut? Tentu saja ada! Pasalnya, jika kita penuh dengan manusia, guru, guru, dan lingkungan, ada kemungkinan itu akan terjadi.

a. Termasuk hewan pekerja keras dan motivasi tinggi

Semut bukanlah manusia biasa. Hewan-hewan ini tampaknya sibuk setiap hari. Mereka pergi kesana kemari untuk mengumpulkan persediaan makanan dan hal-hal lain untuk mempertahankan sarang mereka.

Semut adalah hewan yang memiliki motivasi tinggi. Meskipun koloni dipimpin oleh seorang ratu, ratu semut sendiri hanya berperan sebagai penghasil telur. Para pekerja yang membangun sarang untuk mengumpulkan makanan adalah semut, dan mereka semua betina. Mereka sudah bergerak tidak terkendali.

Baca Juga:  √ Bacaan Surat Al-Baqarah Ayat 166-180, Lengkap dengan Tulisan Arab, Latin, dan Terjemahan

b. Ini bukan binatang yang memberi dengan mudah.

Pernahkah Anda memblokir sekelompok semut? Jika demikian, apa yang Anda lakukan? Seringkali kawanan akan mencoba mencari rute alternatif atau melanjutkan perjalanan mereka melewati rintangan di depan mereka.

Mungkin ini hanya insting. Namun, sikap nakal seperti itu harus ditiru oleh orang-orang. Sekalipun ada rintangan di jalanmu, jangan biarkan mereka mundur selangkah!

c. Salah satu hewan yang paling terorganisir

Seperti yang telah disebutkan di bagian sebelumnya, ada semut ratu, semut pekerja, dan semut jantan dalam satu koloni semut. Ketiganya memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing.

Mereka tidak menghindar dari memenuhi kewajiban ini. Nah, inilah pelajaran bagi manusia untuk jujur ​​ketika diberi pekerjaan dan tidak mengambil upah membabi buta.

d. Memiliki rasa sosial dan solidaritas yang tinggi

Meski berjenjang, kehidupan semut tetap berjalan lancar dan damai. Imam Ghazali, dalam Ar-Risalah Al-Laduniyah dan Al-Hikmah fi Makhlukkatillah, menyebutkan bahwa semut membantu temannya yang kesusahan ketika membawa sesuatu.

Mereka sering mengesampingkan kepentingan pribadi mereka demi kebaikan bersama. Misalnya, seperti yang dilaporkan oleh Perusahaan Pembasmi Barat, kawanan semut membentuk naga untuk melindungi koloni dari banjir. Bahkan, mereka rela mengorbankan tubuh sendiri saat membangun jembatan atau terowongan.

Tidak hanya itu, peneliti melaporkan bahwa semut mengubur teman-temannya yang sudah mati. Asam oleat ini dimaksudkan untuk mencegah kontaminasi dari tubuh semut mati ke koloni dan ratu semut.

e. Jiwa yang berpikiran cerah

Anda mungkin tahu bahwa gurita adalah hewan yang cerdas, tetapi semut tidak begitu cerdas, lho! Selain mengeluarkan naga dari tubuh mereka selama banjir, serangga ini membangun liang untuk beristirahat dan menyimpan makanan dan telur, menurut Perusahaan Pembasmi Barat.

Selain itu, segerombolan semut biasanya membuat sarangnya di bawah tanah. Ini untuk melindungi tempat tinggal mereka dari risiko banjir.

f. Semut adalah hewan yang selalu menghormati Allah (swt).

Bahkan, tidak hanya semut tetapi hewan lain juga menyembah Allah (swt). Hal ini tertulis dalam Surat al-Isra’ ayat 44.

Menurut ayat di atas, Allah selalu memuliakan apa yang telah Dia ciptakan. Itu karena orang tidak bisa mengerti apa yang mereka katakan. Nah, serangga kecil seperti semut selalu merayakannya. Anda orang dewasa tidak ingin dikalahkan oleh mereka, ok!

3. Manfaat yang diciptakan semut untuk ekologi

Menurut Islam, manfaat penciptaan semut berperan dalam ekosistem!
Selain belajar dari karakter, Anda dapat melihat manfaat yang diciptakan oleh peran semut dalam ekosistem. Menurut laman Harvard Forest & Hearts Pest Management Inc., famili formicidae ini memiliki beberapa peran penting dalam ekosistem:

  • Ini membantu menghangatkan tanah, sehingga memungkinkan oksigen dan air mencapai akar tanaman;
  • Meningkatkan sirkulasi udara dan penetrasi ke dalam tanah di terowongan yang sedang dibangun;
  • Membantu menanam tanaman baru dari biji-bijian yang mereka angkut;
  • Membantu proses penyerbukan; Dan
  • Menjadi agen alami untuk mengendalikan rayap dan hama tanaman lainnya.
  • Tidak hanya itu, semut juga busuk atau busuk. Ridwan Abdullah Sani dalam Quran and Science mengemukakan bahwa semut membantu membersihkan lingkungan dengan memakan sisa makanan dan remah-remah.

4. Hukum membunuh semut dalam Islam

Semut dianggap sebagai salah satu hewan paling berharga dalam Islam. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas (RA), Rasulullah (SAW) melarang membunuh semut dan beberapa hewan.

“Rasulullah SAW melarang membunuh empat hewan: semut, lebah, burung Hudud, dan burung Shurad.” (HR Abu Dawud No. 5267, Ibn Majah No. 3224, Ahmad 1:332. Syekh Albani mengatakan hadits ini shahih).

Namun, Nu Online Page menyatakan dalam hadits di atas bahwa larangan membunuh semut tidak berlaku untuk semua jenis semut, tetapi hanya semut yang besar dan tinggi. Dalam hal ini, jika semut jenis lain menyakiti dan menyerang manusia, tidak ada salahnya membunuh mereka.

Baca Juga:  Nama Lain Surah Al-Lahab Adalah …*

Padahal, penjelasan yang diberikan dalam kitab Bugiyah al-Mustarshidin adalah digunakan untuk membunuh seekor semut yang dalam bahasa Arab disebut Zur. Akan tetapi, semut yang besar dan panjang menyakiti orang, maka dilarang membunuhnya, jadi tidak apa-apa membunuhnya.

Namun, laman online NU memperingatkan bahwa satu-satunya cara untuk membunuhnya adalah dengan sedikit rasa sakit, seperti satu tendangan atau pukulan. Cara membunuh semut terlarang adalah dengan membakarnya. Cara ini dianggap menyakitkan.

Namun, jika Anda masih bisa menyingkirkannya tanpa harus membunuhnya, misalnya dengan kapur ajaib, ini lebih baik sebagai halaman Rumaisho.

Meski hanya serangga kecil, seperti yang disebutkan di atas, penciptaan semut di dunia ini tetap memiliki kelebihan. Karena Allah tidak menciptakan sesuatu tanpa hikmah. Walahu Alam Biswab.

jelaskan beberapa manfaat diciptakannya semut dalam Islam

Semut adalah salah satu makhluk Tuhan yang terkecil. Semut ada di mana-mana, di makanan, di tanah, di pohon, dan di lingkungan. Semut adalah salah satu makhluk yang paling serbaguna, cerdas dan pandai bersosialisasi. Semut tidak hanya menyenangkan untuk ditonton, tetapi juga dapat menyebabkan kematian bagi orang yang mengganggunya, terutama semut beracun. Ketika kita melihat semut, yang ada di pikiran kita sebenarnya adalah bahwa mereka adalah makhluk kecil yang tidak memiliki kekuatan sehingga mudah bagi kita untuk mengganggu mereka atau bahkan membunuh mereka. Tapi mengapa sebenarnya semut diciptakan?

Allah Maha Besar dan Pencipta yang sempurna dari semua ciptaan-Nya. Allah tidak menciptakan dengan sia-sia, tetapi segala sesuatu harus memiliki makna dan manfaat. Firman Tuhan yang relevan:

Kehormatan semut terlihat jelas pada salah satu nama surat dalam Al-Qur’an, Surah An-Naml. Jika kita mau memperhatikan, kita akan menemukan banyak manfaat pembentukan semut dalam Islam, yaitu sebagai berikut.

Semut mengajarkan kita untuk selalu menyapa seseorang saat kita bertemu dengannya. Jika kita perhatikan, semut berhenti setiap kali bertemu pasangannya. Kita bisa mengambil pelajaran dari kejadian ini. Artinya, menyapa teman-teman kita saat kita lewat. Lebih bagus lagi jika ingin disiplin dan jangan lupa untuk berlatih tersenyum. Biasakan untuk saling mendoakan agar kita selalu diberkati.

Jika Anda ingin mengamati semut dengan baik, jika Anda perhatikan lebih dekat, garis tersebut adalah sekelompok semut yang berjalan dalam barisan. Kita dapat belajar dari pelajaran ini bahwa ketika kita berjalan, kita harus mengambil jalan yang telah ditentukan, jalan kebenaran. Itu mengajarkan kita untuk selalu berjalan di jalan yang benar agar kita tidak tersesat di dunia yang gelap dan jatuh ke dalam kesalahan.

Semut adalah makhluk Tuhan yang mengajarkan kita untuk saling berbagi. Ketika kita melihat seekor semut mencari makan, tak lama kemudian banyak semut berkumpul untuk menikmati makanan tersebut. Ini memberi kita pelajaran yang baik, selalu berbagi dengan orang lain. Tidak peduli berapa banyak kekayaan yang kita miliki, berbagi adalah hal yang baik. Berbagi tidak mengurangi kekayaan kita, tetapi bertambah dan bertambah.

Mengingat kita adalah makhluk yang sempurna, cerdas dan berpengetahuan, kita tentu tidak boleh bersama hewan kecil bernama semut. Hal hebat lainnya yang dapat dipelajari dari hewan kecil ini adalah kecerdasan bersarang mereka. Semut dapat membangun rumah mereka dengan tepat tanpa perhitungan yang cermat seperti yang dilakukan para arsitek. Semut tidak mengikuti instruksi mandor untuk membangun sarang. Jika dipikir-pikir, menciptakan semut dalam Islam memiliki banyak manfaat.