close

Pantun Kelakar Lucu Terhadap Mertua >>pantunseribu

Pantun kelakar tentang mertua. Dari khazanah pantun dahulu kala. Melihat hidup lucu kesannya. Apa yg susah bahu-membahu jenaka. Makara jangan kau resah. Semua orang pernah merasakannya. Segala dilema di dunia. Bukan cuma milikmu saja. 
Ini pantun kelakar saja. Bukan kata serius atau umpatan. Mungkin pula ihwal diri Anda.  Yang pusing karena menghadapinya. Tapi jangan sungkan-sungkan. Ceritakan hidupmu melalui pantun. Agar mengalir keluahan jiwa. Bahagianya pun mudah-mudahan tiba. 

Jika kamu-sekalian sedang membaca. Jangan tertawa terlalu keras. Kecuali sahabat duduk bersama. Kalau tertawa sendiri tanda tak waras. 
Jangan kamu-sekalian memegangi kepala. Itu tanda orang yg susah. Lebih baik tutup lisan. Menahan tawa yg berlarut-larut. Jangan duduk sendirian. Apalagi dlm lamunan. Kelak ada setan tiba. Menggodamu kemudian akalmu pun nanti menghilang.

 

PANTUN KELAKAR TERHADAP MERTUA

Petik durian petik cempedak
Cempedak elok berbentuk lingkaran
Untunglah nasib mertua pekak
Menantu mengeji beliau tak sadar
Jika pagi minum-lah susu
Susu baik untuk otak
Bagus hati mertua yg bisu
Pada menantu tak pernah membentak

Idulfitri haji memangkas kambing
Carilah kambing berbadan manis
Elok hati mertua yg sumbing
Pada menantu tersenyum terus

Diamlah jikalau tak cerdik berkata
Berkata buruk membuat pusing
Karena mertua cinta harta
Banyak menantu tubuhnya ceking

Pergi ke pekan berbelanja kulit
Beli kelapa untuk diparut
Laki kikir bininya pelit
Datang mertua tampang cemberut

Suara serak harus digurah

Digurah tatkala senja tiba
Malu benar mukanya merah
Mencium bini dapatnya mertua
Angin senja sangatlah sejuk
Beda dgn angin malam
Badan letih bini merajuk
Marah tak mampu, mertua angker
Bertanam kunyit akrab balam
Sana sini bawa timba
Malu nian mukapun lebam
Meraba bini mertua teraba
Belati siapa dihinggap parkit
Parkitnya terbang bawa dekorasi
Bagaimana hati tak sakit
Mertua menyindir habis-habisan

Taruh padi di karung goni

Jangan di taruh dlm kandang
Sudahlah parah digasak bini
Oleh mertua pula ditendang
Tengah menetak tali rotan
Diukur jangan hingga kurang
Asyik menanti kekasih pujaan
Mertua datang menenteng bendo
Walaupun bahtera mulai lapuk
Karena berkhasiat dijaga orang
Walau menantu bagaikan beruk
Karena kaya mertuanya sayang
Burung nuri dlm sangkar
Sangkarnya terbuat dr perak
Laki bini tengah bertengkar
Anak kencing mertua teberak

Memang indah wajah alam
Jangan dirusak alasannya adalah keserakahan
Laki bini hendak bertikam
Mertua sibuk mencarikan kafan
Kelapa diperas ambil sari pati
Tambah sedikit gula jawa 
Malunya nyaris setengah mati
Cium bini mencium mertua
 
Jangan buang rasa aib
Malu yakni komplemen orang
Hati siapa tak kan pilu
Mertua kasar lakinya bergairah

Zaman silam banyak kerajaan

Kini sejarahnya tinggal kenangan
Siang malam banyak asumsi
Beri makan bini, tambah mertua tiba

Gunung hijau indah rupanya
Tempat yg baik membuang galau
Letih lesu badan sakit semua
Mertua membentak celana berair

Jangan menggunakan baju yg merah

Nanti saja kalau petang
Tangan meraba sarat gairah
Hendak mencium mertua datang

Makara orang jangan culas

Kelak hidupnya mampu kelam
Ini perut kian mulas
Melihat mertua berparas masam

Terimakasih rekan-rekan. Telah tiba ke tempat tinggal kami. Bila esok matahari bersinar masih. Itu tandanya masih ada potensi . Jangan lupakan kenangan ini. Tatkala rekan bareng kami. Silakan tuan kirimkan pantun. Kelak pantun tuan kami tuliskan. 
Burung nuri terbang tinggi. Sampai di sini & terimakasih. 
Baca Juga:  Mengapa Kita Harus Menjaga Keutuhan NKRI? Apakah Akibatnya Jika Kita Tidak Menjaga Keutuhan Tersebut?