close

Ciri-Ciri Malam Lailatul Qadar 2020, Dilengkapi Surah Al-Qadr Beserta Latin Dan Terjemahannya

Ciri-ciri Malam Lailatul Qadar 2020, Dilengkapi Surah al-Qadr Beserta Latin & Terjemahannya

Rizalhadizan.com – Berdasarkan aneka macam riwayat, ciri-ciri malam Lailatul Qadar dapat diketahui dengan-cara alamiah.

Lailatul Qadar adalah satu malam yg mulia yg terjadi pada bulan suci Ramadhan.

Dalam Surah al-Qadr dijelaskan, Allah SWT menurunkan Al Quran pada Lailatul Qadar.

KHUSUK -Umat muslim membaca Al Quran di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (26/6) dini hari. Memasuki 10 hari terakhir bulan Ramadan, umat muslim melakukan i'tikaf di masjid dgn membaca kitab suci & menunaikan salat malam untuk menjemput Lailatul Qadar yg diyakini hadir pada malam ganjil di bulan Ramadan. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ
KHUSUK -Umat muslim membaca Al Quran di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya, Minggu (26/6) dini hari. Memasuki 10 hari terakhir bulan bulan puasa, umat muslim melakukan i’tikaf di masjid dgn membaca kitab suci & menunaikan salat malam untuk menjemput Lailatul Qadar yg diyakini hadir pada malam ganjil di bulan bulan pahala. SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ (SURYA/SURYA/AHMAD ZAIMUL HAQ)

Lantas, bagaimana ciri-ciri atau gejala lengkap Lailatul Qadar?

Menanggapi hal tersebut, Dekan Fakultas Ilmu Tarbiyah IAIN Surakarta, Dr H Baidi dlm tayangan Tanya Ustaz Rizalhadizannews.com menerangkan, ada indikator atau ciri-ciri malam Lailatul Qadar.

Dari berbagai riwayat, indikator terjadinya Lailatul Qadar diterangkan dengan-cara alamiah.

“Artinya, kondisi alam turunnya Lailatul Qadar,” jelasnya.

Cuaca pada pagi atau malam hari turunnya Lailatul Qadar sungguh hening & udara terasa segar.

Di pagi hari, sinar matahari cukup cerah, tak panas.

“Oleh alasannya itu, ini gejala turunnya Lailatul Qadar,” terangnya.

Dr H Baidi mengungkapkan, hal tersebut merupakan sebuah usulan, maka alangkah baik selama 10 hari terutama di malam-malam ganjil untuk menyongsong Lailatul Qadar.

Hal tersebut sebab insan tak tahu dengan-cara pasti turunnya Lailatul Qadar.

“Itu belakang layar Allah SWT,” ujarnya.

Dr H Baidi melanjutkan, dlm berbagai riwayat sudah dijelaskan dlm hadist Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam bahwa Lailatul Qadar terjadi 10 hari terakhir di bulan Ramadhan.

Terkait malam ke-berapa, Dr H Baidi mengatakan belum ada klarifikasi.

“Tetapi di antara para ulama menawarkan satu pertimbangan , citra,” terangnya.

Gambaran tersebut yakni:

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Ahad atau Rabu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-29.

– Jika permulaan Ramadhan jatuh pada hari Senin, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-21.

Baca Juga:  Bacaan Surat Pendek Juz Amma : Al Tulus, Al Falaq, An Nas, Al Quraisyi, Al Kautsar Sampai Al Maun

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Selasa atau Jumat, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-27.

– Jika permulaan Ramadhan jatuh pada hari Kamis, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-25.

– Jika awal Ramadhan jatuh pada hari Sabtu, maka Lailatul Qadar jatuh pada malam ke-23.

“Sebenarnya tak ada penjelasan tegas dr Agama, ihwal indikator terjadinya Lailatul Qadar,” ungkapnya.

Ulama mempunyai prediksi turunnya malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan tahun ini.

Menurut Syeikh Abu Hasan asy-Syadzili turunnya Lailatul Qadar mampu diputuskan & diadaptasi dgn hari pertama jatuhnya Bulan Ramadhan.

Dikektahui, Ramadhan tahun ini dimulai pada Hari Jumat, 24 April 2020.

Berdasarkan hitungan, maka insyallah Lailatul Qadar akan jatuh di tanggal 27 Ramadhan, yg bertepatan dgn hari Selasa malam atau Malam Rabu, Tanggal 19 Mei 2020.

Itulah jadwal turunnya Lailatul Qadar sesuai dgn hari pertama di Bulan Ramadhan.

Tentu saja acara tersebut bukanlah jadwal niscaya.

Bisa saja Lailatul Qadar justru turun di awal Ramadhan & tanggal-tanggal genap.

Hanya Allah SWT yg tahu dilema tersebut.

Tapi, berbekal wawasan ihwal rumusan yg sudah disusun oleh Syeikh Asy-Syadzili yg merupakan seorang sufi tersebut, sekurang-kurangnyakita mampu berjaga-jaga.

Selain ciri-ciri, Dr H Baidi pula menjelaskan terkait malam Lailatul Qadar.

Dr H Baidi menyampaikan, klarifikasi terkait Lailatul Qadar sudah ada dlm ayat Al Quran di Surah al-Qadr.

Berikut Surah al-Qadr beserta artinya:

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5)

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Alquran) pada Lailatul Qadr.

Dan tahukah ananda apakah Lailatul Qadr itu? Malam kemuliaan itu lebih baik ketimbang seribu bulan.

Pada malam itu turun para malaikat & Ruh (Jibril) dgn izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan.

Sejahteralah (malam itu) hingga terbit fajar”. (QS. Al Qadr [97] : 1-5)

Baca Juga:  Surat Al Asr Ayat 1-3, Goresan Pena Arab Dan Latin, Beserta Terjemahannya

Menurut Dr H Baidi, pada intinya melalui surah ini, Allah mengumumkan bahwa di dlm bulan Ramadhan ada satu malam yg mulia, yakni Lailatul Qadar.

Kebaikan atau pahala yg diberikan pada orang yg melaksanakan ibadah di waktu Lailatul Qadar, lebih baik dibanding seribu bulan.

“Kurang lebih 84 tahun,” jelasnya.

Berdasarkan hal tersebut, ada sunnah.

Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan, umat Islam ditugaskan untuk melakukan Itikaf.

“Kencangkan ikat pinggang, jauhkan sempurna tidur, jauhkan berbagai godaan dunia untuk menyambut Lailatul Qadar,” terangnya.

(Rizalhadizannews.com/Fajar/Muhammad Husain Sanusi)